It’s A School Time!

{#NowPlaying Barakamom Ep 9 ; #NowDownloading Death NOte 2015 Ep 11 – END}

Hello, long time no see, fellas! I’m kind of stressed now and … yeah, so, like that. //sulkingoncorner

Dalam kesendirian ini, aku sering memikirkan sesuatu. Terkadang sesuatu yang baik, terkadang pula sesuatu yang ekstream dan agak ehem-sesat-ehem. Dan kali ini, kembali pada kesendirian, saya mereka ulang setiap kejadian dalam hidup saya. Hey, I’m such a loner crap ternyata :”D saya akan memaparkan se-sepi apa saya selama ini :”D

Taman Kanak-kanak (TK)

TK memang tempat anak-anak bermain, bersenang-senang, make some friendships, and many more fun things. Dulu aku hanya seorang anaka pindahan yang sedikit kena culture shock –sok banget, tapi emang bener sih– perbedaan bahasa dan (sedikit) budaya membuatku sedikit terkejut dengan perlakuan masyarakat :”D kurasa di sini lah game dimulai, aku mulai merasa sesuatu yang “berbeda”. Nothing much special on this phase, but it doesn’t mean a lot except I got 0 at art.

Sekolah Dasar (SD)

Aku sekolah di tempat yang cukup jauh, setidaknya membutuhkan waktu minimal 2 jam untuk sampai ke sana, jalur darat tentu saja. Itu saja aku sudah lewat jalan pintas yang (kalau dipikir-pikir) ekstrim. Karena dari dulu aku memang pendiam (pemalu, kalau kata mereka), seperti yang kalian bayangkan, I don’t have much friends. Dan hey, aku lagi-lagi merasa susah untuk fit-in di lingkungan sekolah maupun lingkungan kelas.  Banyak kenangan di sini, but not really a good one. Di sini lah aku belajar bahwa tidak semua perasaanmu pantas diekspresikan. Awal mula aku mendapatkan bertubi-tubi kenangan menyakitkan tentang “teman” dan “sahabat”, awal mula aku menjauh dari pergaulan pula.

Seseorang yang menyebut dirimu “sahabat” mengajak teman sekelas untuk menjauhimu, and it’s not a birthday prank. It’s a serious one. Kalian boleh biang aku baper-an, bilang aku tidak cerdas secara emosi, atau apa pun, tapi aku benar-benar sakit hati saat itu. Aku enggak pernah dendam sama kalian, tapi tetap saja rasa sakit itu berbekas.

Saat aku hanya ingin membantu menjelaskan pada teman yang tidak mengerti satu pelajaran, aku malah dibilang melanggar peraturan kelas karena mengobrol saat pelajaran.

Saat aku ingin bercerita how wonderful my vacation was, aku malah diejek dan dijauhi because I got tanned after a long swim. Bahkan mereka bersekongkol, urgh. Anak SD sama kejamnya dengan ibu kota.

Saat aku ditinggal sendiri karena aku tidak bisa menyelesaikan simple questions about math, padahal aku bisa dibilang good at it.

Namun, dari semua rasa sakit itu, aku belajar untuk bersaing, aku masih punya teman on every grade. Aku masih bisa bersenang-senang walau I more like ketinggalan jaman dibanding mereka. Aku pun punya kenangan baik dilemparin es krim pas pengumuman kelulusan yang bertepatan dengan hari ulang tahunku.

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Dalam fase ini, kurasa parameter kedekatanku dengan semua orang rata, fufu :3 jujur, walau sempat terlibat beberapa kasus menyedihkan, I treasure this one soooo much. Namun, tetap saja, aku merasa kurang nyaman saat reuni. Aku tertinggal banyak, aku tidak dekat dengan siapa pun, I’m socially awkward.

Rasa sakitku karena selalu ditinggal (atau tertinggal?), tak dianggap, dijauhi, dan dianggap berbeda benar-benar terakumulasi dengan baik.

Namun, aku tidak pernah sedamai di sana. Begitu damai. Separah apa pun depresiku saat itu, aku tidak sampai separah sekarang. That’s why I treasure them so much, I treasure every moment. Detik saat hatiku sakit, detik berikutnya aku merasa baik. Ah, masa-masa emasku.

(Ps. Sebenarnya aku punya beberapa teman yang lumayan dekat, haha aku biasanya curhat sama mereka, spam ke mereka 😛 coba tebak siapa? wkwk :v)

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Hya, finally! Masa di mana saya merasakan sakitnya cinta bertepuk sebelah tangan dan menyadari bahwa selama ini saya naif banget //slap//. Walaupun memuakkan, tapi aku merasa … bahagia? Termotivasi? Ehehehe. Aku merasa semangatku penuh dan pikiranku selalu optimis. Rasa insecure-ku setidaknya sedikit berkurang, walau masih ada sedikit. Depresiku memang agak parah tapi setidaknya aku jarang merasakannya.

Aku punya teman dekat yang benar-benar baik, sampai tanpa sadar I’m too clingy dan takutnya malah membatasi pergaulan mereka :”D Di sini lah aku benar-benar naif pada pandanganku terhadap masyarakat. Mereka kejam, bung. Setidaknya opini mereka, gosip mereka, rumor yang mereka sebar.

Aku hanya bisa menghindari gosip selagi aku bisa.

College (2014) & College (2015)

Nasibku gak begitu beda di sini, jadi kuputuskan untuk menyatukannya. Depresiku parah–banget. Hidupku seperti zombie, aku ngerasa aku bukan manusia lagi. Aku menarik diri dari pergaulan, aku merasa bukanlah apa-apa. Pkiranku semakin liar ke arah yang mencemaskan.

Aku mengecewakan semua orang, hidupku benar-benar kesalahan itu sendiri.

Sebenarnya aku iri pada mereka yang “reuni” dadakan karena satu kampus. Aku? Eksistensiku kalah oleh hal lain, jelas kalah. Aku nyapa pun belum tentu di sapa dan diingat. Aku ingin berteman dengan mereka, tapi aku sadar, aku gak bisa egois untuk “memiliki” mereka. Siapa aku untuk memaksakan keinginanku?

Ain’t fun, I know.

Aku cuma mau bilang, ketika kau menemukan tempat yang menerimamu apa adanya, tidak menuntut lebih, selalu ada untukmu sebagai tempat pulang, tinggal lah. Jangan pernah melupakan tempat itu, pulanglah. Karena “masyarakat” itu kejam, mereka bilang “jadilah dirimu sendiri” kemudian mereka menghakimi dirimu yang sesungguhnya.

Mungkin kalian gak percaya kalau aku bilang, aku mengetik ini sambil nangis, Mungkin kalian juga gak akan percaya kalau aku bilang ini mungkin catatan terakhirku sebelum menghilang.

Aku tidak pantas dipercaya karena aku memang tidak mempercayai  siapa pun..

Fase terakhir ini murni curhaatanku, saat ini aku hanya bisa curhat lewat tulisan–menghindari sesuatu yang buruk– dan melupakan hal itu untu sementara.

Aku tidak berharap kalian untuk mengerti perasaan orang bodoh dan gila sepertiku. Aku hanya minta satu,

.

relakan aku.

Sincerely,

Kei.

Iklan

3 thoughts on “It’s A School Time!

  1. aku liat judulnya yang terpikir kelas 3-E nya koro –‘
    .
    (bolehkah komen disini? kalau nggak di moderasi aja xp bingung ngomong lewat mana)
    nyari tempat buat pulang itu mungkin emang susah.. pintunya kadang ada kadang ilang.
    .
    masa kecilku nggak beda jauh kayak gitu, aku bahkan nyaris nggak inget sisa kengangannya karena udah kuputuskan buat kulupain. tapi smp itu emang tempat yang ajaib kuakui, dimana lagi ya ada tempat kayak gitu?

    tapi satu hal yang kudapet akhir2 ini, se-sendiri-sendirinya seorang penulis dia pasti butuh pembaca. jd mungkin aku masih termasuk mahluk sosial (?) entahlah spesies apa ‘penulis’ itu.
    .aku bukan orang islami atau gimana yang bisa kasih kata kata positif karena aku bahkan lebih bangga sama sugesti negatifku.
    tapi menurutku jangan takut berdiri sendiri, meski emang sakit. aku juga ga pernah satu sekolah dengan org yang sama lebih dr 3 tahun. makanya setiap naik tingkat pasti mulai dari awal lagi.. mungkin garagaraitu hatiku emang udah keras haha. yg ada samaku dari sd ya itu, uke-kun. udah 6 tahun. simulakrum duniaku tambah parah akhir2 ini

    .habis kayaknya, sasa nggak sendirian kok, banyak orang yang mungkin tidak ‘berwujud’ di belakang anda xD. yah apalah eksistensi itu sendiri aku gak tahu xD

    .btw aku percaya sasa makanya aku nulis ini.. sejujurnya ini tulisannya gaya novel-novel banget, coba bayangin kalau diucapin beneran.. //malu//ngumpet//dah//hapusplis xD
    rumahku jauh, aku jarang main kemana mana, makanya kabur ke helianthus mulu. mana kamarku diambil adek lagi, aku ga punya tempat pulang skrg–‘ //ikutcurhat

    1. Wah, gravatarnya xD *salahfokus* aku memutuskan utk mengabadikan momen bijak ini :p *joget2*

      Mungkin aku memang gampang banget kemakan omongan orang tp susah move on jadinya kayak gini _(:”3 bahkan aku mencari suasana yang sama kayak tempat ajaib itu lagi _(:”3 aku setiap jenjang selalu ada yg ketemu lg, tp ya gitu. Kebanyakan di antara mereka “oh itu sasa”, udh gitu doang. Dan rasanya sakit aja ngeliatnya *baperan* *sesi curhat*

      Aku pun berpikir separah2nya manusia memang butuh orang lain yg bisa menerimanya, kayak psikopat yg tetep harus punya objek gore //slap tp entah kenapa dari sekian banyak orang baik di sekelilingku, aku justru gak deket sama mereka. Tau ya sekedar tau. *curhat sesi sekian*

      Thanks for advices xD mungkin utk menjalani kehidupan kita harus jd masokis– //gagitu sa//

      Gapapa kamar ada yg nempatin, kamar sasa kosong jdinya diisi makhluk asing berwarna coklat -w-)/

      1. itu gravatar dari hidden chapter 3 :’)

        maaf ya, da aku ga bisa ngasih kata-kata yang bagus.
        semangat atas apa yang terjadi dan bakal terjadi, kudoain yang terbaik. dan kata abang vampir, jangan lupa sama Tuhan..
        .
        aku selalu dibelakang sasa, panggil aja, pasti nengok ;’) boleh jujur kalau aku ikutan nangis dari kemarin? parah kan kau ini

        makasih, sasacchi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s